Film Hollywood Ditarik?

Akhir-akhir ini sedang hangat isu bahwa film-film barat akan ditarik peredarannya dari Indonesia oleh pihak Hollywood. Katanya hal ini disebabkan oleh masalah pajak (bea cukai). Sebagai orang yang awam tentang pajak saya tidak mengerti permasalahannya apalagi bicara soal solusi. Namun saya akan memberikan tanggapan terhadap isu ini sebagai salah seorang penikmat film-film hollywood.

Sebenarnya saya tidak pernah menonton ke bioskop. Loh, terus darimana nonton film-filmnya? Ya masih ada banyak cara; beli cd/dvd aslinya, beli cd/dvd bajakan, download atau ngopy temen. Dari keempat cara tersebut hanya cara pertama kiranya yang sedikit dipakai masyarakat Indonesia. Apalagi kualitas cd/dvd bajakan sudah oke-oke dan cepat keluar dari tanggal rilis film. Dan sebagai seorang mahasiswa, terlebih mahasiswa informatika, dua cara terakhir adalah yang paling favorit. Saya memiliki akses internet yang cukup cepat dengan AHA dan memiliki teman-teman yang juga memiliki akses internet yang tak kalah cepat pula. Jadilah salah satu perilaku yang sering terjadi antar-mahasiswa bukan hanya saling berbagi tugas/contekan, tapi juga film.

Sebenarnya ada beberapa kejelekan dari menonton film barat yang salah satunya adalah konten seksualnya. Ada banyak film barat yang memang jelas-jelas menjual konten-konten pornonya daripada kualitas cerita. Ini pula yang malah diadopsi banyak oleh produsen film di Indonesia dengan menggabungkan genre horor dan porno dalam satu film, padahal manusia yang porno bukan hantu. Kenapa hantu dibawa-bawa menjadi porno? Ntar marah lho komunitas hantu.

Tetapi terlepas dari itu film hollywood jelas masih menang telak soal kualitas gambar dan kualitas cerita bila dibandingkan dengan industri film lain di belahan dunia mana pun. Dan yang ingin saya tekankan dalam tulisan ini adalah kualitas ceritanya itu dan nilai-nilai kehidupan yang dibawa.

Selama ini saya banyak memperoleh inspirasi, motivasi, dan pelajaran kehidupan dari film-film hollywood yang saya tonton. Saya belajar nilai-nilai; percaya kepada keyakinan hati dari serial tv Prison Break, berani melakukan perubahan besar dari film Coach Carter, kerja keras untuk meraih kebahagiaan dari film The Pursuit of Happyness, dan dari film-film lainnya juga dengan nilai-nilai mulia lain juga. Untuk itu saya juga mengapresiasi dan mengagumi karya-karya industri film hollywood tersebut.

Saya tidak merasa terganggu dengan isu penarikan film hollywood dari bioskop-bioskop di Indonesia, karena toh kita tetap bisa menikmatinya dengan cara lain. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia untuk lebih professional dalam bekerja karena pihak Hollywood juga merupakan orang-orang yang professional di bidangnya. Mudah-mudahan juga jumlah film berkualitas dalam negeri bisa meningkat dan menyaingi kualitas gambar dan cerita film-film barat.

MAJU INDONESIA!!!

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Random

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s