Termakna Romantis

Romantis adalah ketika kata tak perlu terucap, hanya mata saling tatap, dan kita tahu cinta menggelora bagai samudra.

Romantis adalah Ali yang dimarahi Fatimah, terkunci tak bisa masuk rumah saat pulang. Lalu tidur di serambi masjid berlumur debu.

Romantis adalah seperti Khadijah yang tak bertanya melihat suaminya pulang gemetaran, takut, menggigil. Hanya memahami, hanya menyelimuti.

Romantis adalah ada dua pilihan bertemu cinta: jatuh dan bangun. Padamu kupilih yang kedua, agar cinta jadi istana, tinggi gapai surga.

Romantis adalah “Sebelum menikah denganmu, aku pernah mencintai seseorang,” kata Fatimah. “Siapa?” tanya Ali. “Engkau,” jawab Fatimah.

Romantis adalah saat Muhammad Saw dijemput kematian, dalam rintihan cinta paling tulus ia berucap, “Umatku, umatku, umatku…”

(Salim A. Fillah dalam Menyimak Kicau Merajut Makna)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ibrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s