Akhirnya Juventus Kalah

Setelah 49 pertandingan tak terkalahkan, akhirnya Juventus kalah. Pedihnya, kekalahan diperoleh dari rival seteru Inter Milan, di kandang sendiri, dan sehari setelah perayaan tulang tahun ke 115. Tapi inilah olahraga, harus ada yang kalah dan menang. Setelah ini harus bangkit lagi.

Sementara di dunia twitter dan facebook para suporter antar kedua tim mulai saling serang melalui kata-kata. Seorang interisti yang juga teman baik saya, melalui status facebook-nya, mengatakan bahwa Inter berhasil memenangkan pertandingan dengan jujur dari sebuah tim yang suka bermain curang. Ia menganalogikannya seperti dalam film, Inter sebagai seorang pahlawan yang berhasil mengalahkan seorang penjahat, yaitu Juventus. Saya sebagai Juventini tentu merasa sakit hati. Tapi status itu saya abaikan. Tidak perlu berkomentar. Takutnya hubungan kami malah memburuk.

Dan beginilah rivalitas yang terjadi di sepakbola Eropa. Merambat sampai ke negeri yang sangat jauh Indonesia. Perseturuan mudah terjadi karena kedua suporter saling menghina. Yang menang tak mau menang bijak, yang kalah tak mau kalah gengsi. Padahal untuk apa?

Hari ini saya mencoba mengambil jarak beberapa langkah. Mencoba melihat semuanya dari sudut pandang yang lebih luas. Ternyata sepakbola telah terlalu banyak mengambil pikiran dan energi saya secara percuma.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under My Story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s