Yang Berbeda Hari Ini

Suara handphone tiba-tiba berdering. Di layar tertulis ‘TC Wisnu calling’. Kemudian saya reject. Beberapa saat kemudian nama yang sama menelpon kembali. Saya angkat dengan sedikit terpaksa. Dia mengingatkan untuk menjemput. Iya, sesuai janji seharusnya saya sudah menjemputnya. Jam menunjukkan pukul 05.30 pagi. Lumayan dapat tidur 30 menit usai menonton kemenangan Juventus 6-1 atas Pescara di Serie-A. Segera saya bangun, mencuci muka dan bergegas ke rumah wisnu. Hari ini saya harus bersemangat karena akan melakukan sesuatu yang baru dalam hidup saya.

Kami kemudian meluncur ke Keputih mampir di Indomaret membeli 2 dus air minum 600ml. Setelah itu bergegas ke Manarul karena sudah ditunggu teman-teman yang lain. Semua sudah siap ternyata. Kami ber9 segera melakukan briefing terakhir sebelum beroperasi menelusuri gersangnya jalanan kota Pahlawan. Saya dan pasangan jalan saya Zarkasi mendapat bagian rute Mulyosari-Kenjeran-Ampel. Teman-teman yang lain juga mendapat rute masing-masing berpencar ke arah barat, selatan, utara dan timur. Jargon “Menjahid, meniti jalan syahid. Allahu akbar!” mengiring langkah kaki kami semua.

Dingin suhu pagi Surabaya membasuh wajah. Mentari bersinar menerbitkan harapan baru. Jalanan kota sibuk oleh pedagang yang menjajakan barangnya, ibu-ibu yang menawar harga, dan anak-anak penjual koran. Kami terhenti di lampu merah pertama jalanan Kenjeran, jika datang dari arah Mulyosari. Dua anak menarik perhatian kami. Kami memarkir sepeda motor di pinggir jalan. Seorang anak yang berperawakan kecil menghampiri kami. Ia menawarkan koran. Kami membeli satu. Kami mengajak ia berkenalan. Ia tersipu dan mengenalkan namanya kepada kami. Kami juga mengenalkan nama kami ke dia.

Ketika saya tanya tinggal di mana, ia menjawab sebuah nama tempat yang masih asing di telinga saya. Tapi kata dia dekat sekitar itu. Ia juga ternyata bersekolah. Ia menjual koran hanya pada hari libur saja. Pada hari sekolah, ia bersekolah. Alhamdulillah. Sebagai bentuk terima kasih mau diajak ngobrol, kami memberikan sebotol air aqua. Mudah-mudahan bisa menjadi penyegar tenggorakan di kala haus dan penyegar harapan di kala galau.

Itulah hal berbeda yang saya lakukan pada hari ini. Sesuatu yang benar-benar baru bagi saya; berkenalan dan mengajak ngobrol anak-anak jalanan penjual koran. Saya respek kepada mereka karena mau bekerja berpeluh keringat membantu penghidupan keluarga. Sementara saya masih juga dikirimi duit oleh orang tua.

Beberapa anak kemudian kami temui pada lampu merah-lampu merah selanjutnya. Sebagian besar bersekolah, tapi ada juga yang tidak. Ada yang berjualan hanya pada hari libur, tapi ada juga yang setiap hari. Ada yang sudah bersekolah SMK, tapi ada juga yang masih sangat kecil dan masih ditemani ibunya,. Masing-masing anak terbuka ketika diajak berkenalan walaupun malu-malu dan mereka mengucapkan terima kasih setelah kami memberikan air. Pada kesempatan selanjutnya kami berharap bisa mengobrol lebih banyak.

Jam menunjukkan pukul 08.00 ketika kami sampai di peberhentian terakhir yaitu perempatan kampus kedokteran Unair. Kami duduk istirahat di trotoar menyaksikan kesibukan kota yang mulai bergeliat. Dari kejauhan kami mengamati dengan seksama rombongan mahasiswi kedokteran berjalan gegas menuju kampus. Puji Tuhan.

Di tas saya tersisa tiga botol air. Satu kami minum bersama. Duanya kami berikan kepada anak-anak penjual koran di lampu merah itu. Kali in kami tidak berkenalan, hanya memberikan saja. Dan mereka mengucapkan ‘Makasi’. Saya tersenyum.

Hari ini cukup dulu. Semua armada berkumpul kembali di TC dengan cerita masing-masing. Minggu depan kami akan mencoba mempersiapkan yang lebih buat anak-anak jalanan penjaja koran itu. Kami tergerak. Dan apakah kalian juga?

Iklan

3 Komentar

Filed under My Story

3 responses to “Yang Berbeda Hari Ini

  1. jadi?
    itu teh pagi2 memang mau membagi air kepada penjaja koran anak2 itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s