[Cerpen] Cincin

Kamu sampai tergesa. Telat 10 menit. Seperti biasanya kamu sih sebenarnya. Tapi aku sudah harap-harap cemas, sambil mainin cincin di kantong kananku.

Kamu: “Maaf telat. Lagi. hehe”

Aku: “Emang kapan kamu gak telat?” *sok biasa

Kamu: “Yee.. Emang mau ngomongin apa sih?”

Aku: “Mm…” *masih ragu-ragu

Kamu: “Tadi aku ketemu Ridho lho. Tadi dia traktir makan terus anterin aku ke sini. Dia titip salam.”

Aku: “Oh. Jadi kamu udah kenyang? Padahal aku mau traktir juga lho.”

Udah mulai males.

Kamu: “Serius? Aku minum aja deh. Tapi yang paling mahaal. haha”

Aku: *maksa masang muka kesel

Kamu: “…”

Aku: “…”

Kamu: “Kok tumben sepi ya tempat ini?”

Gak tau dia kalau udah aku booking spesial tempat ini.

Aku: “Mau bangkrut kali.” *gak lucu

Kamu: “Yee… Menurutmu Ridho anaknya gimana sih? Deket sama kamu kan?”

Ridho lagi. Makin males.

Aku: “Belum punya anak dia.” *makin gak lucu

Kamu: “Astaganaga. Kamu lucu banged malam ini. Jadi mau ngomong apa ini?”

Aku: “Ngomongin bola aja ~”

Cincin ini kusimpen dulu. Hari ini hari Ibu. Cincin ini cincin Ibu.

‘Tolong berikan cincin ini ke perempuan yang kamu cintai dan mencintai kamu.’ Tapi Bu, aku belum yakin.

Iklan

2 Komentar

Filed under Karya

2 responses to “[Cerpen] Cincin

  1. akhir2 ini tulisan kamu menjadi semakin galau yang bung 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s