Santai

Saya memang dari dulu orangnya santai. Jarang gopohan dan sibukan. Kalau di sekolah, PR jarang ngerjakan. Kalau ujian ndak pernah nyontek, ndak terlalu muluk ngejar nilai juga. Kalau jalan, jalannya pelan. Kalau ada masalah, ngadepinnya tenang, walau masalahnya jadinya ndak selesai-selesai. Tapi gitulah bawaan saya. Orang-orang yang kenal saya masih nangkepnya gitu dari saya.

Dan sekarang juga, tanggal 12 Maret 2013, sifat letal saya ini ternyata masih ada dan malah mungkin semakan menggila. Santainya ndak santai! Sekitar kurang dari 3 bulan lagi sidang skripsi TA, dan progress saya belum seberapa. Gile lo ndro.

Tapi tak apa, santai ajalah, yang penting tetap berdoa memohon Allah menunjukkan kuasa-Nya membimbing saya.

Selama hidup hampir 22 tahun ini, saya hidup dalam kesantaian. Kadang saya berfikir kalau saya lebih bekerja keras, mungkin saya bisa mencapai hal-hal yang luar biasa dalam hidup saya. Tapi, mungkin juga endak. Mungkin saya lebih cocok hidup dengan kesantaian. Ini karakter saya.

Keep calm and keep care.

NB: Tulisan ini saya buat dengan santai.

Iklan

2 Komentar

Filed under My Story

2 responses to “Santai

  1. Semoga tidak ada yang dirugikan dengan kesantaianmu bung
    hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s