Menunggu untuk Mencintai

Tiba-tiba seorang sahabat bertanya, “Apakah kamu masih mencintainya?”.

Pertanyaan ini bukan yang pertama saya dengar. Pertanyaan ini sudah muncul berkali-kali, datang dari hati saya sendiri. Namun saya tidak pernah sanggup menjawabnya. Setiap kali menerbitkan keragu-raguan.

Sebagian hati saya mungkin menjawab “Tidak.” Ini agak berbau ego, tapi bisa saja masuk akal. Untuk semua yang sudah terjadi, ini bisa menjadi jawaban yang sah-sah saja.

Sementara sebagian hati saya yang lain bisa saja menjawab “Iya”. Mungkin benar, rasa tidak bisa serta merta gugur begitu saja. Mungkin juga ini alasan sahabatku itu bertanya. Ia memang selalu pandai membaca gelagat saya lebih dari siapa pun.

Untuk itu saya ragu sekali lagi. Maka saya buat begini saja. Saya mungkin sedang menunggu, untuk mencintainya, sekali lagi. Tapi saya juga bisa berhenti menunggu, kapan saja.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Karya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s