[Cerpen] Melepaskan

Kamu tahu apa yang lebih indah dari jatuh cinta?

—-

Semenjak menerima undangan pernikahannya dengan seseorang, hatiku remuk. Kucoba rangkai berbagai alasan untuk menerima akal sehat. Ia memang bukan untukku.

Sore ini H-2 pernikahannya. Ia meminta bertemu di sebuah kedai kopi langganan berdua.

“Aku mau mengucapkan terima kasih. Untuk selama ini.”

“Kamu bisa mengucapkannya kapan saja. Kenapa hari ini?”

“Di pernikahanku, aku mohon kamu datang.”

Lihat sendu mata itu. Mengapa aku mencintainya, ia selalu bisa jujur dengan perasaannya.

“Aku mungkin akan datang.” Aku tak yakin.

Aku melihatnya menarik nafas berat yang berusaha ia samarkan. Matanya semakin sendu.

“Hei, aku pasti datang.” Aku meraih tangannya. “Bagaimana bisa aku tidak datang, kamu selalu sahabatku, dan seterusnya.”

Aku melihat bulir air mata jatuh di kedua pipinya. Perempuan di depanku ini, ia hanya tidak ingin kehilangan dua-duanya, cinta dan sahabat terbaiknya.

Sementara aku, harus memilih satu.

—-

Yaitu melepaskan.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Karya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s