Sang Penyemangat Jihad

The Other Side of Me

Masih teringat jelas

berat suara nafasmu

perlahan,

tertahan,

beradu dengan langkah sayupmu

kala kau pulang pukul 03.47

kemudian disusul dengan suara asing dari channel TV kesukaanmu

atau suara bisikan bibirmu mengucap, kala kau membaca buku

atau tawa lepasmu yang menyusul tepat beberapa menit, setelah suara telfonmu mendayu…

 

Masih teringat jelas, Ayah…

kelembutan sekaligus lelah yang tertahan dan terpaksa terpancar disorot matamu

kala kami pagi hendak berangkat sekolah,

pelukan hangatmu yang seolah tidak risih akan gerak – gerik kami yang membangunkanmu dari lelapmu yang baru…

serta kecupan manismu dikening kami yang seolah membayar segala rindu yang memang telah tertahan, sejak kemarin – kemarin…

 

Segalanya masih teringat jelas, Ayah

jelas betul dalam ingatan kami..

tak peduli, bahwa segalanya kini diperantarai oleh selembar dua lembar kertas surat…

dan terkadang, tanpa tersentuh indra kehangatanmu sama sekali..

segalanya, masih teringat jelas…

 

Kemudian malam itu,

ketika tangan – tangan asing wartawan;

menarik,

mendorong,

Lihat pos aslinya 402 kata lagi

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Ibrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s