Much Love

Liburan lebaran tahun ini mungkin yang terpendek selama kuliah. Juga semester kemarin waktu terpanjang saya di Surabaya tanpa pulang. Walau perkuliahan uda selesai, tapi saya harus tetep ke kampus buat ngejer deadline TA (ya iya dong mau lulus kapan sob). Tanggal 26 Juli akhirnya saya pulang, walau pun juga agak setengah kabur sih, karena temen2 ERP masi pada ngumpul setelahnya.  Tapi kepala saya juga uda mupet sangat dan jiwa depress perlu ketenangan.. hehe

Dan akhirnya pulang. Di rumah ada yang berubah secara fisik. Ruang makan udah di buat jadi lesehan kayak gaya orang jepang. Trus di lantai dua, ruang nonton dipindah ke belakang, dan kamar kak ika jadinya di depan sehingga bisa lebih luas. Sip.

Sisa Ramadhan di kampung sekitar 10 hari lebih banyak saya manfaatin di rumah, sama keluarga. Sempat ikut buka bareng sekali sama temen2 SMA. Sisanya buka di rumah atau di luar sama keluarga. Mama sama adek-adek ada agendanya juga buka di luar, terus kakak ada jadwal jaga di rumah sakit. Jadi hanya ada beberapa kesempatan bisa buka bareng full team, maka itu harus dimanfaatin dengan sebaik-baiknya.

Kegiatan standar lainnya ya bareng sama remas siapin baksos sama lapangan buat solat Id. Masjid juga yang sedang direnovasi belum selesai. Tapi bentuknya uda mulai makin kelihatan.

Lebaran tahun ini gak mudik ke Bima. Kak ika yang harus jaga terus di rumah sakit tak mungkin ditinggal sendirian. Toh walau di Bima atau pun Mataram, yang penting lebaran lengkap bareng keluarga inti. Itu. Tapi akhirnya jadi bisa banyak silaturahim sama keluarga2 di Mataram. Selain itu juga punya waktu lebih banyak jalan2 di lombok.

Buat apa ke Lombok kalau tidak ke pantainya? 😀 Akhirnya saya bisa pergi ke Pantai Pink dan Batu Payung yang selama ini banyak di-tweet oleh @infolombok. Ke pantai pink-nya sama keluarga, sementara ke Batu Payung bareng temen2 und.

Ini foto-fotonya sugoi..

IMG_5398

Pantai Pink

2013-08-17 16.28.50

Batu Payung + model

Keren kan? ^^

Much love. Itu yang saya rasakan di liburan kali ini. Ketika fisik berdekatan, lebih mudah untuk menunjukkan cinta ke orang-orang yang kita cintai.

Pulang selalu menyenangkan, bukan? tapi meninggalkannya lagi pun selalu yang terberat. Tapi suatu saat nanti, kita akan pulang lagi, bukan?

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under My Story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s