Jatuh di Depok

Setelah mondar-mandir Jakarta-Bandung-Bogor-Karawaci-Bintaro-Serpong selama 2 minggu beberapa waktu yang lalu, hasilnya adalah satu kursi di prodi Magister Ilmu Komputer UI, tapi tidak lolos sebagai penerima beasiswa LPDP. Ini adalah usaha terakhir saya di tahun 2014 dalam pencarian panjang peluang melanjutkan pendidikan ke luar jadinya dalam negeri. Diikuti dengan pertimbangan yang sulit akhirnya dalam situasi ini saya mengambil prinsip “dibuang sayang”. Keputusannya jatuh di depok, melanjutkan pendidikan di universitas yang bagus di Indonesia dengan biaya sendiri (tepatnya biaya orang tua). Ada perasaan lega, walau masih teriring kekecewaan. Jiwa saya tidak dapat diyakinkan kembali untuk melanjutkan perjuangan meraih kesempatan kuliah di luar negeri dengan beasiswa.

————————————————————————————————————————————–

Pada kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah menemani petualangan dua minggu tersebut.

Kepada Bu Eka: untuk mengusahakan dupilkat sertifikat TOEFL cepat selesai.

Kepada Pak Budi: untuk surat rekomendasinya untuk LPDP.

Kepada Ibu: untuk dukungan penuhnya dan doanya.

Kepada Bapak, Kak Ika, Adek: untuk dukungannya.

Kepada Imong: yang menemani for most time selama perjalanan.

Kepada Om Anwar: untuk kebaikannya yang putih yang saya ‘manfaatkan’.

Kepada Bibi Runi dan Aira: yang sempatin ngajak jalan.

Kepada Rifky: yang menerima kunjungan saya di kosannya.

Kepada Adit: yang memberi tempat menginap di Bandung dan ngajak jalan ke ITB dan BIP.

Kepada Cahya Perdana: yang memberi tempat menginap di Karawaci dan mengantarkan ke STAN.

Kepada Fajar Maulana P. : yang menyempatkan ketemuan dengan saya.

Kepada Ardhy Surya Nugraha: yang memberi tempat menginap di Sentul dan melayani dengan baik.

Kepada Kafi: yang menemani balik ke Jakarta naik kereta. Dan teman-teman LPDP yang lain untuk kerjasamanya.

Kepada Fadilah dan keluarga: untuk pelayanannya selama di Serpong dan ajakin jalan ke Jatinangor..

Kepada Priyankan Gemet: yang menyempatkan ketemuan di bandara sebelum saya balik ke Lombok.

—————————————————————————————–

Semoga ini memang jalan-Nya. Aamiin.

————————————————————–

Quote: “Sayang otak saya kalau tidak dipakai S-2.”

Iklan

2 Komentar

Filed under My Story

2 responses to “Jatuh di Depok

  1. MaaantaaaP….
    Piro bung SPP disana?? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s