My Mister dan Mr. Sunshine

Gelar drama terbaik tahun ini saya sematkan ke kedua judul di atas. Kedua drama memiliki beberapa kesamaan.

Kesamaan pertama adalah pemeran utama laki-laki dan perempuan-nya tidak berakhir bersama di ujung kisah.

Di My Mister, romance memang sepertinya tidak menjadi sajian utama cerita. Ada pun juga umur yang terpaut cukup jauh antar kedua tokoh. Jadi, mungkin dari awal audience tidak berharap banyak. Namun, akhirnya harus dibuat baper di episode terakhir oleh scene dimana Park Dong Hoon menangis sejadi-jadinya, karena mengingat Lee Ji An yang pindah bekerja ke Busan untuk memulai hidup baru. Di ujung episode terakhir, keduanya tidak sengaja bertemu di sebuah cafe setelah berpisah beberapa tahun. Lee Ji An kembali bekerja di Seoul dan Park Dong Hoon sudah memiliki perusahaan sendiri. Keduanya saling menanyakan kabar dan tersenyum, dan berjanji akan bertemu kembali. Menggantung.

Di Mr. Sunshine, kisahnya romance-nya lebih tragis, karena sang tokoh laki-laki harus mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan sang tokoh perempuan.

Mr. Sunshine mengambil setting di tahun 1900-an era Joseon. Yujin Choi (tokoh utama laki-laki) adalah seorang anak budak yang harus melihat kedua orang tuanya meninggal dunia dibunuh oleh majikannya. Yujin Choi kabur ke Amerika dengan bantuan seorang pendeta yang kemudian mengasuhnya. Puluhan tahun kemudian ia kembali ke Joseon sebagai Captain Marine US, dengan nama Eugene Choi.

Go Ae Shin (tokoh utama perempuan) adalah seorang perempuan dari keluarga terhormat. Namun, hanya beberapa hari setelah kelahirannya, kedua orang tuanya terbunuh oleh seorang traitor. Ayahnya Go Ae Shin adalah anggota Righteous Army, sebuah kelompok bersenjata yang menjaga Joseon dari penjajahan asing. Sejak muda, Go Ae Shin berlatih menjadi penembak dan akhirnya ikut bergabung dengan kelompok Righteous Army.

Eugene Choi dan Go Ae Shin tidak sengaja bertemu ketika keduanya sedang menjalankan misi pembunuhan dengan target yang sama. Semenjak itu, keduanya sering bertemu pada banyak kesempatan dan mulai saling menyukai. Namun, hubungan mereka menjadi semakin sulit setelah Go Ae Shin mengetahui Eugene Choi berasal dari keluarga budak dan Eugene Choi juga ingin tetap hidup sebagai seorang American. Singkat cerita, kondisi di Joseon semakin tidak terkendali karena perang. Eugene Choi ditugaskan kembali ke Amerika. Di kesempatan terakhirnya, Eugene Choi mengajak Go Ae Shin untuk pergi bersama ke Amerika namun Go Ae Shin, sebagai seorang anggota Righteous Army, tidak bisa meninggalkan Joseon. Tiga tahun kemudian Eugene Choi kembali ke Joseon ketika perang semakin parah dan kerajaan Joseon sudah jatuh ke tangan Jepang. Eugene Choi kembali bertemu dengan Go Ae Shin. Misi terakhir Righteous Army pada saat itu adalah kabur ke Mancuria karena keadaan sudah semakin berbahaya. Go Ae Shin dan beberapa anggota lainnya yang sudah di dalam kereta yang berjalan akhirnya ketahuan oleh tentara Jepang. Namun, Eugene Choi berhasil memancing tentara Jepang berjalan ke gerbong terakhir. Eugene Choi dengan peluru terakhirnya menembak besi penghubung gerbong kereta hingga terputus. Go Ae Shin hanya bisa menangis sejadinya ketika melihat Eugene Choi ditembaki tanpa berdaya oleh tentara Jepang.

Kesamaan kedua adalah kedua drama, walau banyak diselingi scenes yang lucu juga, tapi mostly meng-impose sadness sepanjang cerita. Semua tokoh di dalam kedua drama memiliki cerita tragis hidupnya masing-masing.

My Mister:

  • Park Dong Hoon: Seorang engineer yang memiliki karier yang cukup bagus di sebuah perusahaan dengan jabatan Team Leader. Namun, adik kelasnya yang tidak ia sukai semenjak kuliah adalah CEO di perusahaan itu. Dan istrinya Park Dong Hoon berselingkuh dengan adik kelasnya ini.
  • Keluarga Park Dong Hoon: Ayah Park Dong Hoon sudah meninggal dunia. Kakak laki-laki Park Dong Hoon merupakan pensiunan miskin yang sudah tidak tinggal bersama istrinya walau juga tidak bercerai. Adik laki-laki Park Dong Hoon adalah direktur film yang gagal. Keduanya akhirnya membuat sebuah perusahaan cleaning service bernama ‘Brothers Cleaning’. Ibunya stress dengan kedua anak laki-lakinya ini dan hanya menyukai Park Dong Hoon.
  • Teman-teman Park Dong Hoon: Park Dong Hoon memiliki teman-teman di tempat tinggalnya. Mereka biasanya berkumpul di malam hari untuk minum-minum dan main sepakbola di akhir pekan. Teman-teman Park Dong Hoon adalah orang-orang biasa dengan pekerjaan biasa dan beberapa pengangguran. Salah satu teman perempuan Park Dong Hoon bernama Jung Hee memiliki sebuah cafe tempat dimana orang-orang ini berkumpul. Jung Hee ditinggal oleh mantannya, yang juga merupakan sahabat terdekat Park Dong Hoon, yang memilih menjadi biksu karena stress oleh dunia.
  • Istri Park Dong Hoon sering merasa kesepian karena Park Dong Hoon sering berkumpul dengan teman-temannya dan lebih mementingkan keluarganya sendiri.
  • Lee Ji An: Sejak kecil diasuh oleh neneknya yang tuna rungu. Ketika seumuran SMA, Lee Ji An tidak sengaja membunuh seorang bapak-bapak rentenir karena memukuli neneknya. Lee Ji An mewarisi hutang yang ditinggalkan oleh ayah ibunya. Anak sang rentenir yang melanjutkan menagih uang ke Lee Ji An sampai dewasa.
  • Anak sang rentenir bernama Lee Gwang Il, mengenal dan menyukai Lee Ji An sejak kecil. Ia terjebak antara perasaan cintanya kepada Lee Ji An dan perasaan bencinya juga kepada Lee Ji An karena telah membunuh ayahnya.

Mr. Sunshine:

  • Eugene Choi dan Go Ae Shin keduanya ditinggal mati oleh kedua orang tuanya di usia muda.
  • Goo Dong Mae: Seorang anak butcher yang keluarganya juga terbunuh oleh orang Joseon yang memiliki strata sosial yang lebih tinggi. Ia kabur ke Jepang dan sempat dibantu oleh Go Ae Shin yang menemukannya sedang bersembunyi dari orang-orang yang membunuh keluarganya. Seperti Eugene Choi, ia kembali ke Joseon setelah menjadi seorang pendekar Yakuza. Go Dong Mae menyimpan perasaan cinta ke Go Ae Shin, yang menyebabkan ia dalam posisi berbahaya dan akhirnya harus mati terbunuh oleh kelompok Yakuza-nya sendiri.
  • Kim Hee Sung: Seorang anak laki-laki dari keluarga terhormat. Keluarga inilah yang membunuh orang tua Eugene Choi. Kim Hee Sung waktu itu masih di dalam kandungan ibunya. Pada usia muda Kim Hee Sung dikirim ke Jepang oleh kakeknya untuk melanjutkan studi. Setelah 10 tahun, Kim Hee Sung kembali ke Joseon untuk menikahi tunangannya, Go Ae Shin, yang diam-diam sudah menyukai Eugene Choi. Pada akhirnya, Kim Hee Sung meminta orang tuanya membatalkan pertunangannya dengan Go Ae Shin karena merasa bersalah dengan masa kecil Eugene Choi. Kim Hee Sung kemudian membuat perusahaan koran pendukung Joseon yang membuatnya terbunuh oleh tentara Jepang.
  • Hee Na: Seorang anak perempuan dari traitor terbesar Joseon pada masa itu. Ayahnya bekerja menjadi spy untuk Jepang untuk menghancurkan Joseon. Hee Na bertahun-tahun mencari ibunya yang menghilang, dan akhirnya suatu hari mengetahui ibunya sudah meninggal dunia, di hari yang sama ayahnya terbunuh oleh Go Ae Shin, yang menjalankan misi dari Righteous Army. Hee Na pada akhirnya meninggal dunia oleh bom yang dia ledakkan sendiri di hotelnya untuk membunuh puluhan tentara Jepang yang sedang berpesta.
  • Righteous Army: Banyak anggota Righteous Army yang mengorbankan diri dan meninggal dunia dibunuh oleh tentara Jepang, termasuk pengasuh Go Ae Shin sejak kecil dan Gunner Jang yang melatih Go Ae Shin menggunakan senapan. Beberapa tahun kemudian, scene terakhir dari drama ini, Go Ae Shin memimpin pelatihan kepada anggota-anggota Righteous Army yang berhasil kabur dari Joseon.

 

hmm.. panjang juga jadinya..

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Random

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s