Category Archives: Khazanah

Haman, Insinyur Kepercayaan Fir’aun

Dan Fir’aun berkata, ”Wahai para pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagi kalian selain aku. Maka bakarlah wahai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk para pendusta.” (Al-Qasas [28]: 38).

Al-Hafidz Ibnu Katsir dalam Tafsir al- Qur’an Al-Adzim (7/238) menyebutkan bahwa Fir’aun memerintahkan kepada Haman menterinya, untuk membuat bangunan tinggi. Bangunan itu menggunakan tanah liat sebagai bahan batu batanya. Fir’aun menilai, tidak ada bangunan yang amat tinggi di dunia ini. Itu semua dilakukan untuk menunjukkan kepada para pengikutnya bahwa Musa telah berbohong. Bagi Musa, tidak ada Tuhan selain dirinya.

Profil Haman yang telah disebutkan di enam tempat dalam al-Qur`an, juga diakui keberadaannya oleh para ilmuwan. Salah satu dari mereka adalah Kenneth Anderson Kitchen, profesor bidang Egyptology Universitas Liverpool Inggris. Disebutkan dalam bukunya berjudul Pharaoh Triumphant: The Life and Times of Ramesses II, King of Egypt (1982) bahwa Haman atau Amen em inet adalah teman dekat Ramses II, yang usianya juga sebaya dengan Fir’aun. Mereka selalu bersama semenjak berusia muda. Dan keakraban itu terus berlanjut hingga Ramses II diangkat menjadi penguasa, sehingga Haman memperoleh posisi khusus dari Ramses II.

Selanjutnya, di buku itu juga dijelaskan posisi Haman dalam pemerintahan Fir’aun. Ia pernah menjadi pemimpin proyek-proyek pembangunan semua monumen di zaman itu.
Bukan hanya Kitchen yang berbicara mengenai Haman. Juga E. A.. Walls Budge, egyptiologis yang bekerja di Musium Inggris. Dalam bukunya An Introduction to Ancient Egyptian, Walls menyebutkan penggunaan tanah liat yang dibakar sebagai bahan bangunan adalah yang pertama kali di Mesir.

Dr. Moris Bokai, seorang ilmuwan Muslim asal Perancis juga menjelaskan dalam bukunya Moise et Pharaon bahwa Haman yang hidup di masa Fir’aun (Ramses II) hanya didapati dari dua sumber, al-Qur`an dan prasasti batu Rosseta yang ditemukan di provinsi Bukhaira dekat Iskandaria Mesir.

Di prasasti bersandi hierogliph yang baru bisa terpecahkan tahun 1822 oleh Jean-François Champollion itu, telah terpahat nama Haman. Di prasasti yang ditulis tahun 196 SM itu disebutkan bahwa Haman adalah orang yang memiliki kedekatan dengan Fir’aun. Haman bertanggung jawab dalam proyek pendirian bangunan.

Walhasil, apa yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) dalam al-Qur`an bukanlah cerita fiktif. Semuanya fakta, bisa dan telah dibuktikan kebenarannya oleh para ilmuwan, termasuk mengenai kisah Haman ini. Maha benar Allah SWT dengan segala firman-Nya.

Sumber: Suara Hidayatullah Edisi Desember 2009

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Khazanah