Category Archives: Travelling

Studi Eskursi TC 2009

Seminggu terakhir (me)libur(kan diri). Saya bareng temen2 seangkatan jalan-jalan ke Jakarta dan Bandung. Nama kegiatannya sih ‘studi’, tapi jangan heran kalau lebih banyak jalan-jalannya.. hehe. Karena konsepnya ‘have fun’ aja, jadi yang terpenting menikmati kebersamaan sebelum pada wisuda tahun depan. Tapi sayang ndak semua ikut. 😦

Berangkat hari Minggu 25 November 2012 pukul 09.00 pagi

Rencananya aja jam 9 pagi, tapi toh berangkat jam 10 :). Total yang ikut sekitar 110 anak. Armada yang digunakan 2 bus besar dan 1 bus kecil. Saya ikut yang bus kecil, yang selanjutnya disebut ‘bus 3’ *salambus3!. Setelah presensi, briefing, dan berdoa bersama, rombongan pun meluncur.

Mandi di rumah makan padang

Kami sampai di Jawa Barat – lupa di daerah ci-apa? tapi uda agak deket jekardah – sekitar pukul 7 senin pagi. Kami rehat di sebuah restoran padang untuk sarapan dan mandi. Setelah siap rombongan dibagi 2; ada yang kunjungan ke CS Media dan yang lainnya ke Indosat Jakarta. Bus 3 kebagian jatah ke Indosat.

Indosat Jakarta, deket Monas

This is Jakarta! *macet. Baru sampai di Monas sekitar pukul 11. Kok ke monas? Eh ternyata cukup jalan kaki ke Indosat dari Monas. Ya di indosat kami mendapat ceramah bla bla bla~ tentang indosat. Salah satu orang Indosatnya ngaku-ngaku alumni ITS. Kirain kunjungan gitu diajakin keliling kantornya juga… ternyata tidak~ Tapi untungnya jajannya enak lah.

TMII

Setelah indosat, acaranya intinya baru dimulai yaitu ke TMII.. Di TMII keliling-keliling aja sih, sama naik Skylift. Yang penting foto-fotonya.. haha

Hotel Lautze

Malamnya akhirnya check in jg di hotel. Satu kamar saya berlima bareng angga, gemet, harun dan tepeng. Ini gak tau hotel bintang berapa tapi yang jelas kamar mandinya ndak bisa dikunci dan yang bisa ngidupin ac-nya cuman petugas.

Fun Day!

Hari Selasa nih hari yang paling fun. Jadwalnya ancol dan temu alumni doang! haha

Hysteria, Tornado, Halilintar

Di ancol kita masuk Gelanggang Samudra sama Dufan. Di gelanggang samudera nonton binatang-binatang pinter yang atraksi. Ada yang bisa naik sepeda, bisa berhitung, bisa makan(?), bisa joget gangnam style, sampe bisa-bisaa ajah~

Oke di dufan lah yang paling funnya. Aku bareng teman-teman se-ekstrim langsung nyobain 3 wahana ter-ekstrim di dufan. Dimulai dari hysteria, tornado, trus halilintar. Dan yang paling juara Tornado! Biasanya kan cuma hati ini suka dibolak-balik ama dia *eh, tapi nih seluruh raga diputer-puter di langit.

Temu Alumni diganti Temu Adek

Dari Ancol kami langsung menuju Rumah Makan Padang Minang Rasa tempat akan digelarnya acara temu alumni Teknik Informatika ITS. Tapi saya harus izin dari acara itu karena harus ketemu adek yang lagi kuliah di Bakrie University, karena setelah dipikir-pikir hanya waktu itu saja ada kesempatan, besoknya sudah harus ke Bandung.

Janjian tempat ketemunya di GOR Sumantri, dekat dengan kosannya dia. Saya naik busway. Untungnya masih ingat jalur busway yang harus diambil dari pengalaman KP Juli lalu. Mungkin karena waktunya pulang kantor kali ngantrinya panjang amat. Tapi alhamdulillah tetap sampai di tujuan dengan selamat. Akhirnya ketemu adek dan kami makan di Pizza Hut dan ngobrol-ngobrol biasa. Dia cerita semester ini sibuk sekali organisasi dan liburan depan cuman bisa pulang seminggu ke Lombok. Luar biasa ya rajin beda sama kakaknya..haha. Semangat mong! 🙂 Salut.

Menkominfo dan lanjut ke Bandung!

Oke sudah hari Rabu. Kunjungan terakhir di Jakarta adalah Menkominfo. Kami memperoleh paparan dan informasi mengenai visi dan program kementrian. Sepertinya agak membosankan karena anak-anak banyak yang tidur dan sibuk sendiri..

Go to Bandung.

“Kiri-kiri!” “Kanan-kanan!” “BFS” “Saling tolong” “Tuh tepeng!” “Dalam angkot!”

Haha hanya anak-anak bus 3 yg paham idiom-idiom di atas. Jalan-jalan di bandung menyenangkan deh… ‘pemandangan’nya itu lho~

Di bandung nginep di Wisma Telkom, yang katanya angker. Anak-anak heboh karena ada yang liat kuntilanak. Trus jalan-jalannya ke Cihampelas, jalan Riau, sm Dago. Ndak banyak belanja si cuman beli kaos juventus doang… hehe

Oke deh sip balik ke Surabaya.

Kembali ke kenyataan.

Tinggalkan komentar

Filed under Travelling

Lebaran di Bima (2012)

Apa yang lebih membahagiakan selain pulang kampung?

BIMAAAA 😀 ada yang belum tahu bima dimana? Ciyus? Miyapah? :p

nih:

Itu peta propinsi Nusa Tenggara Barat. Daerah yang kuning itu Bimaaa.. See?

Uda 2 tahun ndak pulang ke kampung kelahiran bima. Dan akhirnya kesampaian :’). Bisa ketemu nenek dan kakek lagi, kumpul sama keluarga besar, dan main sama adik-adik sepupu yang imut-imut 😀

Ini ya saya ceritakan semua kegiatan sehari-hari di sana… (jeng jeng~):

Hari Pertama: Berangkat!

Departure time: 09.00 am 19 Agustus 2012.

Ada yang nanya: “Hah? Lo berangkat pas hari Ied?” | Gue jawab: “Iya! 100! :D” hehe

Iya ni bukannya mau anti mainstream. Tapi itu kakak tercinta masih koas dan harus jaga malam di RSU waktu malam lebaran(!). Jadi ya gitu deeh… Tapi positifnya bisa ngerasain lagi lebaran di Pagutan. Udah lama ndak tu..

Jadi betewe baswe.. berita terpentingnya: Saya jadi SUPIR! (for the first time!)

ckckck kasian si supir dengan kakak tercinta

FYI ya.. jarak dari kota Mataram ke kota Bima itu 439 km. Waktu tempuh sekitar 12 jam dengan mobil.

Arrival time: 10.00 pm 19 Agustus 2012.

Hari Kedua: Keliling kampung dan ngerujak di kebun

Silaturahimnya ke keluarga sekitar-sekitar kampung nenek dulu. Trus siangnya kumpul-kumpul di kebun sambil ngerujak.

tim rujak

Hari ketiga: Karumbu

Keesokannya kami ke Karumbu, kampung kelahiran nenek kakek. Kami berrombongan besar dengan 4 mobil berangkat pagi dari kota Bima. Nyampe siang di Karumbu dan piknik di pantee.. 🙂

sori gak disensor.. hehe

abang-abang lagi manggang ayam

sebagian keluarga besar..

Selepas dari pante kami tinggal di rumah nenek kakek dari sisi bapak. Nginep semalam.

Hari keempat: Pena To’i dan Rontu

Paginya sehabis sukses mengusir sapi dari kebun kakek (lho?) kami kembali ke kota Bima. Sesampai di rumah nenek umi kami istirahat karena kelelahan. Malamnya lalu kami melanjutkan safari silaturahim ke keluarga di Pena To’i dan Rontu (masih sekitaran kota Bima).

Hari kelima: Jalan-jalan sama sepupu pupu kocet

adek-adek lagi main di semacam fun city

makan baksoo..

And I was very very happy :’)

Hari keenam: the Wedding

Saya sama ayah ibu harus balik ke Karumbu. Ada acara nikahan keluarga. Lumayanlah dapet pengalaman liatin proses ijab kabul. hehe.. buat belajar gitu.

Hari ketujuh: dan yang terberat, balik ke Mataram! 😦

Berangkat pagi-pagi barengan ma om Dolly beserta keluarga. Perpisahan diiringi dengan banjir tangis. Grandma and all, we will come back soon. :’)

sempat mampir di kuburan kakek… we miss you grandpa..

Sekian. Terlalu banyak emosi haru ketika menulis post ini.

TAHUN DEPAN WAJIB PULANG LAGI KE BIMA!! (aamiin..)

1 Komentar

Filed under Travelling

Perjalanan ke Sendang Gile

Permisi teman-teman mau ngeramaiin dashboardnya…hehe tapi yang ini enak dipandang lho..hijau-hijau. 😀

Jadi seminggu yang lalu saya bersama beberapa saudara dan beberapa teman melakukan perjalanan ke air terjun Sendang Gile, Lombok. Berikut rekam peristiwanya (sekalian promosi keindahan alam Pulau Lombok). Saya bercerita dengan menggunakan foto-foto aja yaa biar tidak bosan.

Foto pertama:

Foto ini diambil di atas puncak Gunung Pusuk. Dari atas bisa terlihat Gili Trawangan yang terkenal. Monyet-monyet di sana ramah-ramah lho. 😀

Foto kedua:

Menemukan savana di tengah perjalanan. Terlihat Gunung Rinjani yang tertutup kabut dan awan.

Foto ketiga:

Foto diambil ketika sedang beristirahat sejenak di pantai. Perjalanan ke Sendang Gile menyediakan pemandangan yang lengkap; mulai dari gunung, padang rumput, sampai pantai.

Foto keempat:

Foto diambil tepat di kaki Gunung Rinjani. Terlihat air terjun Sendang Gile dari atas.

Foto kelima:

Air terjun Sendang Gile pertama (ada yang kedua). Tinggi, bukan? 🙂

Foto keenam:

Air terjun Sendang Gile kedua. Tracking dari SG 1 ke SG 2 memakan waktu sekitar setengah jam. Walau lelah tapi seru lho!! 😀

Foto ketujuh:

Dalam perjalanan pulang mampir dulu di bukit Malimbu, dekat pantai Senggigi. Di sini kami menunggu sunset.

Sekian!! Indah bukan main, bukan? 😀 Ayo teman-teman sekali-kali jalan-jalan ke Lombok. Dijamin puas. 🙂

Jalan-jalan lah kawan. Lihatlah keindahan alam ciptaan Tuhan. Maka dari sana kau akan meneguk segarnya air iman.

1 Komentar

Filed under Travelling

Cerita dari Panderman Hills

11 Oktober 2011, Batu, Malang.

Kami ber-11 dari Surabaya sampai di kaki bukit Panderman jam 12.00 siang. 12.05 kami mulai tracking dan menghabiskan sekitar 2 jam untuk sampai di pos pertama. Setelah pos pertama, ada pendakian sekitar selama 2 jam lagi untuk sampai ke puncak.

image

Kebakaran.

Sekitar 1/2 jam lagi sebelum sampai puncak terjadi kebakaran. Api dan asap membumbung tinggi tak jauh dari posisi kami. Pohon-pohon sekitar tumbang terlalap api. Kami memutuskan untuk mundur.

Sunset.

Sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut, kami membangun tenda. Waktu itu pukul 17.15 dan matahari sudah mau turun.

 

image

Tak lama kemudian, dua warga yang tinggal di kampung di kaki bukit datang. Mereka hendak menghampiri lokasi kebakaran. Mereka menyarankan kami untuk segera turun dan berusaha sebisa mungkin untuk menghindar dari Polhut (Polisi Kehutanan). Kami takut dituduh sebagai penyulut api.

Teroris.

Dan beginilah jadinya. Kami merayap turun dalam kegelapan malam yang sungguh kelam. Agar tidak ketahuan, kami hanya menggunakan sedikit pencahayaan dari senter yang kami bawa dan mengurangi intensitas dan volume bicara. Tegang.

Interogasi.

Ternyata kami tak mampu menghindar. Sesampainya di kaki bukit, kami dicecar sejumlah pertanyaan dari pihak Polhut dan Satpol PP yang sedang berjaga-jaga. Untungnya kami hanya diberi pengarahan dan diminta untuk mengisi data.

Mandi Belerang.

Setelah itu kami mandi di salah satu pemandian air panas di kota wisata Batu. Lumayan untuk menurunkan ketegangan otot dan urat syaraf.

Pom Bensin.

Ekpektasi: Bermalam di puncak Panderman.

Kenyataan: Bermalam di musola kecil di sebuah Pom Bensin.

Pulang. (Dan mungkin tak akan kembali lagi)

Kami start pulang dari kota Batu sekitar pukul 6 pagi. Sampai kembali di Surabaya sekitar pukul 9.

Ini bukan pertama kali saya naik gunung. Tapi ini yang paling sesuatu.

Inilah pengalaman hidup.

Tinggalkan komentar

Filed under Travelling